1. Dream
Mimpi, visi atau tujuan.
Mempunyai visi terhadap masa depan pribadinya.
Kemampuan untuk mewujudkan impiannya. Seorang wirausaha mempunyai visi keinginan terhapad masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
Karakteristik kewirausahaan menurut bygrave
2. Decisiveness
Ketegasan dalam mengambil keputusan.Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya.
3. Doers
Pelaksana
Melaksanakan kegiatan secepat mungkin.
Tidak menunda kesempatan dalam usahanya.
Bahwa seorang wirausaha akan langsung menindaklanjuti keputusan yang diambilnya. Mereka melaksanakan kegiatan secepat mungkin. Seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya. Wirausaha selalu beranggapan bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali.
4. Determination
Pantang menyerah.
Melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian.
Rasa tanggung jawab yang tinggi.
Seorang wirausaha melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
5. Dedication
Fokus.
Dedikasi terhadap usahanya sangat tinggi, terkadang mengorbankan keluarganya sementara untuk kepentingan usahanya.
Seorang wirausaha didalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.
6. Devotion
Tidak mengenal lelah.
Perhatiannya dipusatkan untuk kegiatan usahanya.
Wirausaha mencintai apa yang dikerjakannya. Rasa cinta dapat menahan wirausahawan ketika usaha mereka mendapat kesulitan. Rasa cinta akan produk atau jasa dapat menyebabkan efektif dalam menjualnya.
7. Details
Terperinci.
Memperhatikan sampai ke hal-hal kecil.
Seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor krisis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan faktor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.
8. Destiny
Nasib.
Menentukan nasibnya sendiri.
Tidak tergantung pada orang lain.
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.
9. Dollars
Kekayaaan.
Tidak mengutamakan kekayaan.
Uang sebagai ukuran kesuksesan.
Motivasi bukan karena uang.
Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan. Motivasi utamanya bukan karena uang, uang dianggap sebagai kesuksesan bisnisnya. Ia beransumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapatkan laba, bonus atau hadiah.
10. Distribute
Delegasi tugas.
Membagi tugas dengan bawahannya.
Delegasi tugas dan tanggung jawab
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya, yaitu orang-orang yang kritis dan diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis.
SIKAP
DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
a. Sikap wirausahawan
1.
Mampu
berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif
2.
Mampu
bekerja tekun, teliti dan produktif
3.
Mampu
berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat
4.
Mampu
berkarya dengan semangat kemandirian
5.
Mampu
memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sisitematis dan
berani mengambil resiko
b. Perilaku wirausahawan
1) Memiliki rasa percaya diri
a) Teguh
pendiriannya
b) Tidak
tergantung pada orang lain
c) Berkepribadian
yang baik
d) Optimis
terhadap pekerjaannya
2) Berorientasi pada tugas
dan hasil
a) Haus
akan prestasi
b) Berorientasi
pada laba / hasil
c) Ketekunan
dan ketabahan
d) Mempunyai
dorongan kuat, motivasi tinggi dan kerja keras
3) Pengambil resiko
a) Enerjik
dan berinisiatif
b) Kemampuan
mengambil resiko
c) Suka
pada tantangan
4) Kepemimpinan
a) Bertingkah
laku sebagai pemimpin
b) Dapat
menanggapi saran-saran dan kritik
c) Dapat
bergaul dengan orang lain
5) Keorisinilan
a) Inovatif,
kreatif dan fleksibel
b) Serba
bisa dan mengetahui berbagai hal
c) Mempunyai
banyak sumber kemampuan
6) Berorientasi ke masa depan
a) Memiliki
pandangan ke masa depan
b) Optimis
memandang masa depan
Disamping
harus memiliki sikap dan perilaku tersebut diatas, seorang wirausahawan juga
dituntut memiliki ketrampilan-ketrampilan yang dapat menunjang keberhasilan.
Adapun
ketrampilan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ketrampilan dasar
a. Memiliki
sikap mental dan spiritual yang tinggi
b. Memiliki
kepribadian yang unggul
c. Pandai
berinisiatif
d. Dapat
mengkoordinasikan kegiatan usaha
2. Ketrampilan khusus
1.
Ketrampilan
konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara
menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya
2.
Ketrampilan
teknis ( technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu dalam
mengelola usaha
3.
Human
skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahannya, dan sesama
wirausahawanKisah Sukses Ferry Unardi,Pendiri Traveloka.com
Ferry Unardi lahir pada 16 Januari 1988 di kota Padang. Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah, Ferry memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Universitas. Tak tanggung-tanggung, Beliau memilih kuliah di Purdue University jurusan Computer Science dan Engineering.Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Beliau memutuskan untuk bekerja di Microsoft, Seattle. Beliau bekerja sebagai seorang software engineer. Setelah 3 tahun bekerja, Ferry berpikir bahwa dirinya sulit menjadi terbaik di Microsoft. Pemikiran tersebut wajar untuk seorang karyawan, karena karyawan akan memikirkan karir. Karena Ferry merasa suntuk dengan pekerjaannya, Beliau mencoba terbang ke China untuk mencari pemikiran baru. Hasil pemikirannya adalah industri travel dan penerbangan.
Sebagai seorang insinyur (software engineer), Ferry Unardi merasa tidak terlalu percaya diri memulai bisnis startup. Beliau berpikir logis dan memustuskan untuk melanjutkan pendidikan S2 Bisnis di Harvard University.
Youtube Courtesy. Traveloka
Jalan 1 semester di Harvard University, Ferry Unardi tertarik untuk mengembangkan perusahaan rintisan (startup). Beliau memilih stratup di bidang mesin pencari tiket pesawat. Ferry, merasa kesulitan saat memesan tiket Amerika – Indonesia. Berawal dari solusi untuk memecahkan permasalahannya sendiri, Ferry mengembangkan sebuah mesin pencari tiket pesawat dengan teknologi yang lebih modern, fleksibel dan praktis.
Berdirinya Traveloka.com
Tepat saat Ferry berusia 23 tahun, Beliau memutuskan untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Ferry melihat pada waktu itu, Startup di bidang reservasi tiket, adalah startup yang masih booming dan menjadi trend. Banyak investor berlomba-lomba untuk masuk ke industri startup reservasi tiket. Ferry berpikir bakal ketinggalan gerbong, jika tidak segera memulainya.Konsep bisnis Traveloka pada tahun 2012 adalah situs pencari dan pembanding tiket pesawat. Traveloka didirikan oleh tiga orang bersahabat: Derianto Kusuma, Ferry Unardi, Albert. Singkat cerita, Ferry meilhat bahwa orang-orang tidak hanya ingin mencari tiket yang murah, tetapi juga ingin memesan langsung tiket. Tepat pada pertengahan tahun 2013, Traveloka berubah menjadi situs reservasi (pemesanan) tiket pesawat.
Banyak hal yang harus dipelajari oleh Ferry saat mengawali Traveloka. Tantangan terberat adalah bagaimana cara mengelola tim yang awalnya berjumlah 8 orang menjadi belasan, puluhan bahkan ratusan orang. Banyak hal yang harus dilakukan sebagai perusahaan baru, termasuk membentuk budaya perusahaan dan membangun manajemen yang solid.
Selain itu permasalahan juga hadir, karena banyak maskapai penerbangan yang tidak bersedia bekerjasama dengan Traveloka. Ferry berusaha meyakinkan perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan dan juga memperbaiki sistem layanan pelanggan (customer service).
Sejauh ini Traveloka sudah mendapatkan pendanaan dari beberapa perusahaan modal ventura (venture capital). Pendanaan pertama berasal dari East Ventures pada tahun 2012 dan Global Founders Capital pada tahun 2013.
Bibliografi:
-Bygrave, William. 1996.Entrepreneurship . Jakarta: Binarupa Aksara
-Devi Puspitasari. 2007.Kewirausahaan. Jakarta: Pandu Karya
- https://www.finansialku.com/kisah-sukses-ferry-unardi-pendiri-traveloka/ , tanggal akses: 12 Juni 2017, 10.56
Tidak ada komentar:
Posting Komentar