Apa itu Iklan ?
(sumber
: https://id.wikipedia.org/wiki/Iklan)
Iklan
atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah promosi benda seperti
barang, jasa, tempat usaha, dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
Manajemen pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara
keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, hubungan
masyarakat, penjualan, dan promosi penjualan.
Sekilas
sejarah tentang Iklan
Iklan tanpa
disadari ternyata sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Pada saat itu, iklan yang
pertama kali dibuat adalah iklan mengenai pertandingan Gladiator yang dibuat
berupa surat edaran. Iklan dapat diartikan sebagai cara untuk mempromosikan
ide, barang, kegiatan, produk, jasa dan lain lain dengan tujuan untuk mendorong
si pembaca iklan agar tertarik membeli produk atau mengikuti kegiatan yang di
iklankan. Biasanya iklan dipasang di koran, majalah, televisi, radio dan lain
lain.
Seiring berjalannya jaman, sekarang kita dapat memasang iklan di dunia maya yaitu Internet. Memasang iklan di internet sekarang sudah menjadi media pengiklanan berkualitas dan populer, karena selain mudah, iklan dapat di baca juga dari seluruh penjuru dunia melalui internet
Seiring berjalannya jaman, sekarang kita dapat memasang iklan di dunia maya yaitu Internet. Memasang iklan di internet sekarang sudah menjadi media pengiklanan berkualitas dan populer, karena selain mudah, iklan dapat di baca juga dari seluruh penjuru dunia melalui internet
Teori Penulisan Bahasa Iklan
(Sumber
:
http://megapratiwi-tugas.blogspot.co.id/2011/05/teori-penulisan-bahasa-iklan.html)
Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa
Yunani, yang artinya adalah menggiring orang pada gagasan. Adapun pengertian
iklan secara komprehensif adalah semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan
mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh
sponsor tertentu.
Secara umum, iklan berwujud penyajian informasi
nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau took yang dijalankan
dengan konpensasi biaya tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses
komunikasi yang bertujuan untuk membujuk dan menggiring orang untuk menganbil
tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
Iklan yang memiliki daya tarik termasuk iklan yang
berguna untuk memancing tanggapan (respons) dari konsumen. Supaya berdaya tarik
maka materi iklan diterjemahkan dalam eksekusi iklan. Dalam hal ini, kategori
yang dipakai rasional dan emosional, atau kombinasi keduanya.
Sebuah produk atau jasa wajib memposisikan diri
untuk menempatkan citra produk atau jasa ke dalam benak konsumen. Untuk itu,
hal-hal spesifik yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain, atribut, harga,
kualitas, penggunaan, persepsi pemakai, dan kategori produk. Yang tak kalah
pentingnya adalah mencari dan menempatkan posisi khusus dalam pikiran konsumen.
Bahasa dalam iklan dituntut untuk mampu menggugah,
manarik, mengidentifikasi, manggalang kebersamaan, dan mengkomunikasikan pesan
dengan koperatif kepada khalayak (Stan Rapp & Tom Collins, 1995: 152).
Dengan demikian, struktur kata dalam penulisan
iklan adalah:
1. Menggugah : mencermati kebutuhan konsumen,
memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
2. Informatif : kata-katanya harus jelas,
besahabat, komunikatif, dan tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan
durasi penayangan.
3. Persuasif : rangkaian kalimatnya membuat target
audience nyaman, senang, tentran, dan menghibur.
4. Bertenaga gerak : komposisi kata-katanya
menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
Untuk menyampaikan gagasan pikiran tersebut dalam
suatu bahasa, seorang penulis iklan harus mengetahui aturan-bahasa tersebut,
seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa atau konotasi
sebuah kata, dan sebagainya. Syarat ini adalah syarat yang mutlak.
Gaya bahasa dan jenis kata dalam iklan yang dibuat
untuk surat kabar tentu berbeda dengan iklan yang dibuat untuk ditayangkan di
radio atau televisi. Sebab surat kabarmemeningkan mata dan dapat diamati orang
dengan lama. Semenrata radio mementingkan telinga dan televise memeningkan mata
dan telinga. Kedua yang terakhir ini bersifat sekelebat.
Selain itu, bahasa yang dipakai dalam pembuatan
iklan harus mampu mengarahkan target audience untuk membeli, menggunakan, atau
beralih ke produk jasa yang diiklankan. Tentu saja, perlu juga diperhatikan
apakah produk yang diiklankan baru ataukah sudah lama. Gaya dan jenis bahasa
yang dipakai pun harus sesuai dengan target audience.
Dalam kaitan dengan kebahasaan, ternyata ada dua
jenis bahasa yang harus dibedakan. Kedua jenis bahasa itu berkaitan dengan
bahasa normatif dan bahasa deskriptif. Kedua jenis bahasa ini ternyata juga
memiliki serbaneka laras bahasa komunikasi. Oleh karena itu, serbaneka laras
bahasa komunikasi perlu mendapat perhatian, seperti laras jurnalistik, laras
SMS (surat-menyurat singkat, seperti EGP: emang gue pikirin, KDL: kesian deh
lo, BKT: bau ketek, dan !@*?(^^|$: bingung), laras iklan (aku dan kau suka
dancow), laras prokem dan gaul (nyokap, bokap, dugem).
Di samping laras bahasa yang wajib mendapat
perhatian, ada pedoman kebahasaan yang digunakan untuk bahasa iklan, seperti:
1. gampang dipahami konsumen;
2. sederhana bahasanya dan jernih pengutaraannya;
3. tanpa kalimat majemuk;
4. kalimatnya aktif, bukan kalimat pasif;
5. padat dan kuat bahasanya;
6. positif bahasanya, bukan bahasa negative;
Untuk menulis naskah dengan menggunakan bahasa
Indonesia, mereka harus menguasai EYD. Agar maknanya dapat ditangkap oleg
target audience. Bahasa mesti menyimpan makna ketika kita ungkapkan pada orang
lain, agar mereka memahami apa yang kita ungkapkan tersebut. Bahasa yang
informatif, menerangkan 5W+1H secara jelas dan singkat sesuai dengan hal yang
akan di-iklankan nanti.
Pada umumnya bahasa iklan memiliki prinsip sebagai
berikut :
1. Iklan isi pernyataannya jujur, bertanggung jawab
dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
2. Iklan isi pernyataannya jauh dari unsure
menyinggung perasaan dan merendahkan martabat negara,agama, susila, adat,
budaya, suku dan golongan.
3. Iklan isi pernyataannya menjiwai asas persaingan
yang sehat.
Kesimpulan
(
sumber : pemikiran pribadi)
Iklan
adalah suatu media untuk memasarkan suatu barang atau jasa. Dalam pembuatan
sebuah iklan, diperlukan pengetahuan akan penulisan bahasa iklan yang baik dan
benar.Bahasa Iklan yang baik dan benar adalah bahasa iklan yang jujur, bebas
dari unsur SARA dan menjunjung persaingan yang sehat (bebas dari black
campaign). Tentunya, Iklan yang baik akan membuat konsumen menaruh respek dan
tertarik pada barang/jasa yang dipasarkan di iklan tersebut.